Logo Wallace Lombok WallaceLombok

Profil Lengkap Pulau Lombok: Dari Budaya Sasak hingga Misteri Garis Wallace

Simak profil lengkap Pulau Lombok: wilayah, budaya Sasak, data BPS, hingga sejarah penelitian Alfred Russel Wallace mengenai Garis Wallace.

19 Okt 2026 Vina Wulandari 13 menit baca
Pulau Lombok Jejak Wallace
Profil Lengkap Pulau Lombok: Dari Budaya Sasak hingga Misteri Garis Wallace
Profil Lengkap Pulau Lombok: Dari Budaya Sasak hingga Misteri Garis Wallace
Profil Lengkap Pulau Lombok: Dari Budaya Sasak hingga Misteri Garis Wallace
Profil Lengkap Pulau Lombok: Dari Budaya Sasak hingga Misteri Garis Wallace

Pulau Lombok merupakan salah satu pulau penting di Indonesia yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pulau ini dikenal dengan Gunung Rinjani, pantai-pantai yang indah, budaya masyarakat Sasak, serta kekayaan alam yang menjadikannya menarik untuk dipelajari. Namun, ada sisi lain dari Lombok yang tidak kalah menarik, yaitu perannya dalam sejarah penelitian keanekaragaman hayati dunia. Pada abad ke-19, seorang naturalis Inggris bernama Alfred Russel Wallace melakukan penelitian di Lombok dan menemukan perbedaan fauna yang menarik antara pulau ini dan Bali. Pengamatannya menjadi bagian penting dari sejarah biogeografi dan dikenal melalui konsep Garis Wallace. Lombok dengan demikian bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga tempat yang menyimpan cerita mengenai evolusi, sejarah alam, kehidupan masyarakat, dan hubungan antara kondisi geografis dengan persebaran makhluk hidup.

Di Mana Letak Pulau Lombok dan Seberapa Luas Wilayahnya?

Pulau Lombok berada di sebelah timur Bali dan sebelah barat Pulau Sumbawa. Kedua pulau tersebut dipisahkan oleh Selat Lombok dan Selat Alas. Secara geografis, Lombok terletak di kawasan Kepulauan Sunda Kecil yang menjadi bagian dari wilayah Indonesia.

Luas Pulau Lombok sekitar 4.739 kilometer persegi. Meskipun tidak sebesar pulau-pulau utama lainnya di Indonesia, Lombok mempunyai bentang alam yang beragam. Bagian utara didominasi kawasan pegunungan, sedangkan bagian tengah dan selatan memiliki dataran, perbukitan, serta kawasan pesisir dengan karakter yang berbeda.

Posisi Lombok juga membuatnya menarik dalam kajian geografi dan ilmu pengetahuan. Selat Lombok bukan hanya jalur pelayaran yang menghubungkan wilayah sekitarnya, melainkan juga bagian penting dari Garis Wallace, batas biogeografis yang menggambarkan perbedaan persebaran fauna di Nusantara.

Letak Pulau Lombok
Letak Pulau Lombok dan Luas Wilayahnya

 Berapa Jumlah Penduduk Pulau Lombok?

Jumlah penduduk menjadi salah satu informasi penting untuk memahami kehidupan di Pulau Lombok. Berdasarkan data estimasi Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2025, jumlah penduduk di lima wilayah administratif Pulau Lombok diperkirakan mencapai sekitar 4,06 juta jiwa. Angka ini merupakan penjumlahan data Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, dan Kota Mataram

Berikut gambaran jumlah penduduk masing-masing wilayah berdasarkan data BPS tahun 2025:

  • Kabupaten Lombok Barat: sekitar 776.300 jiwa.

  • Kabupaten Lombok Tengah: sekitar 1.129.800 jiwa.

  • Kabupaten Lombok Timur: sekitar 1.437.400 jiwa.

  • Kabupaten Lombok Utara: sekitar 265.200 jiwa.

  • Kota Mataram: sekitar 448.800 jiwa.

Dari angka tersebut, Kabupaten Lombok Timur merupakan wilayah dengan jumlah penduduk terbesar di antara lima wilayah tersebut. Sementara itu, Kota Mataram berperan sebagai pusat pemerintahan, pendidikan, perdagangan, dan berbagai layanan perkotaan di Lombok.

Perlu diketahui bahwa angka di atas merupakan estimasi statistik, bukan hasil penghitungan penduduk secara langsung pada hari ini. Jumlah penduduk dapat berubah mengikuti pertumbuhan penduduk, perpindahan penduduk, dan pembaruan data resmi.

Besarnya jumlah penduduk Lombok juga menunjukkan bahwa pulau ini tidak hanya bergantung pada pariwisata. Pertanian, perdagangan, perikanan, usaha kecil, pendidikan, dan berbagai kegiatan ekonomi lainnya menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.

Pulau Lombok
Lokasi Pulau Lombok di Indonesia

5 Wilayah Administratif yang Membentuk Lombok

Pulau Lombok terdiri atas empat kabupaten dan satu kota. Setiap wilayah mempunyai karakter geografis, kegiatan ekonomi, dan daya tarik yang berbeda.

  •  Kabupaten Lombok Barat memiliki kawasan pesisir, permukiman, lahan pertanian, serta akses menuju sejumlah destinasi wisata di bagian barat pulau. Wilayah ini juga berdekatan dengan Kota Mataram.

  • Kabupaten Lombok Tengah dikenal dengan kawasan Mandalika, Pantai Kuta, serta berbagai desa yang masih mempertahankan tradisi masyarakat Sasak. Pertanian juga menjadi bagian penting dari kegiatan ekonomi wilayah ini.

  • Kabupaten Lombok Timur memiliki wilayah yang luas dengan beragam bentang alam, mulai dari kawasan pertanian hingga daerah yang berdekatan dengan Gunung Rinjani. Wilayah ini juga menjadi pintu menuju sejumlah destinasi alam dan pulau-pulau kecil di bagian timur Lombok.

  • Kabupaten Lombok Utara dikenal karena kedekatannya dengan kawasan Gunung Rinjani, air terjun, serta Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air yang berada di wilayah perairan sekitarnya.

  • Kota Mataram merupakan pusat perkotaan Lombok. Kegiatan pemerintahan, pendidikan, perdagangan, kesehatan, dan jasa berkembang di wilayah ini.

Pembagian administratif tersebut penting karena data penduduk, luas wilayah, dan statistik ekonomi biasanya diterbitkan berdasarkan kabupaten dan kota. Karena itu, ketika membaca data tentang Lombok, tahun dan cakupan wilayah perlu diperhatikan agar angka yang digunakan tidak keliru.

Mengapa Lombok Berbeda dari Bali Meski Letaknya Berdekatan?

Sekilas, Lombok dan Bali memiliki sejumlah kesamaan. Keduanya berada di kawasan tropis, memiliki gunung, pantai, serta lingkungan yang mendukung kehidupan berbagai jenis tumbuhan dan hewan. Namun, kedekatan geografis tidak selalu menghasilkan komposisi fauna yang sama.

Perbedaan ini berkaitan dengan sejarah geologi dan penghalang laut yang memengaruhi perpindahan organisme antarpulau. Selat Lombok memiliki perairan dalam yang menjadi penghalang penting bagi banyak hewan darat, bahkan ketika permukaan laut pada masa lalu lebih rendah daripada sekarang.

Akibatnya, kelompok hewan yang berkembang di Bali tidak sepenuhnya sama dengan kelompok hewan yang ditemukan di Lombok. Perbedaan tersebut paling terkenal dalam kajian burung dan mamalia, meskipun pola persebaran setiap kelompok organisme memiliki karakter tersendiri.

Fenomena ini menarik karena memperlihatkan bahwa jarak yang relatif dekat belum tentu berarti dua wilayah memiliki sejarah biologis yang sama. Untuk memahami keanekaragaman hayati, para peneliti juga perlu memperhatikan sejarah bumi, kemampuan organisme menyebar, dan lamanya populasi terpisah.

Alfred Russel Wallace dan Penelitian Alam di Lombok

Alfred Russel Wallace adalah naturalis Inggris yang hidup pada 1823–1913. Ia dikenal melalui penelitian mengenai persebaran hewan dan kontribusinya terhadap perkembangan teori evolusi melalui seleksi alam.

Pada 1856, Wallace mengunjungi Lombok dalam perjalanannya menjelajahi Kepulauan Melayu. Ia menjadikan Ampenan sebagai salah satu tempat persinggahan dan basis kegiatan selama menunggu kesempatan melanjutkan perjalanan menuju Makassar.

Wallace tidak sekadar melewati Lombok. Ia melakukan pengamatan terhadap burung, serangga, vegetasi, dan lingkungan yang ditemuinya. Ia juga mengumpulkan spesimen untuk dipelajari dan dibandingkan dengan hasil pengamatan dari pulau-pulau lainnya.

Dalam perjalanan tersebut, Wallace mendapati bahwa fauna Lombok memperlihatkan perbedaan dengan fauna Bali. Temuan ini membantunya memahami bahwa persebaran hewan di Nusantara memiliki pola geografis yang tidak dapat dijelaskan hanya berdasarkan jarak antarpulau.

Pengalamannya di Lombok kemudian menjadi bagian dari catatan perjalanan ilmiahnya dalam buku The Malay Archipelago, yang diterbitkan pada 1869. Buku tersebut memuat pengamatan mengenai alam, masyarakat, dan kehidupan di berbagai wilayah Kepulauan Melayu.

Ampenan: Tempat Penting dalam Kisah Wallace di Lombok

Ampenan merupakan kawasan bersejarah di bagian barat Lombok yang dahulu berkembang sebagai pelabuhan. Pada abad ke-19, pelabuhan memiliki peran penting dalam perdagangan dan perjalanan antarpulau, sehingga menjadi tempat persinggahan bagi pelaut, pedagang, dan peneliti.

Ketika tiba di Lombok pada 1856, Wallace menjadikan Ampenan sebagai basis utamanya. Ia tinggal di kawasan tersebut sambil menunggu kapal menuju Makassar dan melakukan pengamatan di lingkungan sekitar.

Dalam catatannya, Wallace menggambarkan jalan, lahan pertanian, vegetasi, serta keadaan alam yang ditemuinya. Ia juga mencatat bahwa kawasan yang telah banyak dibudidayakan tidak selalu menyediakan jumlah serangga dan burung sebanyak lingkungan yang lebih alami.

Pengamatan itu menunjukkan pentingnya kondisi habitat dalam penelitian keanekaragaman hayati. Lingkungan yang berbeda dapat menyediakan sumber makanan, tempat berlindung, dan kesempatan berkembang biak yang berbeda pula.

Ampenan mempunyai nilai sejarah karena menjadi salah satu titik penting perjalanan Wallace. Kawasan ini membantu menghubungkan kisah perjalanan ilmiah abad ke-19 dengan sejarah kota dan pelabuhan Lombok.

Labuan Tring dan Pengamatan yang Mengubah Cara Memahami Persebaran Hewan

Selain Ampenan, Wallace melakukan pengumpulan spesimen di Labuan Tring, yang sekarang dikenal sebagai Labuan Tereng, di kawasan Teluk Lembar. Lokasi ini disebut dalam catatannya sebagai tempat yang menyediakan kesempatan lebih baik untuk menemukan burung.

Wallace menghabiskan waktu di sana untuk mengumpulkan spesimen dan mengamati lingkungan. Ia membandingkan jenis burung yang ditemukan di Lombok dengan jenis burung yang pernah diamatinya di Bali.

Dari perbandingan tersebut, ia mencatat adanya bentuk-bentuk fauna bercorak Australasia di Lombok yang tidak ditemukan dengan cara yang sama di Bali dan Jawa. Pengamatan ini merupakan salah satu bagian penting dari perkembangan pemahamannya mengenai batas persebaran fauna.

Perlu dipahami bahwa Wallace tidak menemukan semua hal tentang Garis Wallace dalam satu pengamatan tunggal. Pemikirannya berkembang melalui perjalanan, perbandingan koleksi, dan surat-menyurat ilmiah. Catatan dari Lombok menjadi salah satu bukti penting dalam proses tersebut.

Labuan Tring karena itu mempunyai arti khusus bagi sejarah biogeografi. Lokasi ini menunjukkan bagaimana pengamatan lapangan yang terperinci dapat menghasilkan pertanyaan ilmiah yang berdampak jauh melampaui tempat penelitian dilakukan.

Apa Itu Garis Wallace dan Mengapa Melewati Selat Lombok?

Garis Wallace adalah batas biogeografis yang menggambarkan perubahan pola persebaran fauna antara kawasan yang memiliki pengaruh Asia dan kawasan yang semakin menunjukkan karakter Australasia. Bagian selatannya melewati Selat Lombok, di antara Bali dan Lombok.

Garis ini bukan tembok yang benar-benar ada di laut. Sebaliknya, garis tersebut merupakan konsep ilmiah untuk membantu menjelaskan pola persebaran makhluk hidup.

Di sebelah barat garis, banyak kelompok fauna menunjukkan hubungan dengan kawasan Asia. Di sebelah timur, komposisi fauna berubah dan mencakup lebih banyak kelompok dengan hubungan Australasia. Namun, pola tersebut tidak mutlak untuk setiap spesies.

Lombok menjadi penting karena posisinya tepat di sebelah timur Bali. Perbedaan fauna kedua pulau menunjukkan bahwa penghalang laut dapat memengaruhi persebaran organisme selama rentang waktu geologis yang panjang.

Garis Wallace juga membantu menjelaskan mengapa Indonesia memiliki kekayaan hayati yang sangat beragam. Kepulauan Indonesia terletak di antara kawasan biogeografis besar, dan sejarah pulau-pulaunya menghasilkan perpaduan serta perbedaan komunitas organisme.

Pulau Lombok
Peta pembagian biogeografi Nusantara (Garis Wallace, Weber, dan Lydekker) yang memisahkan wilayah fauna Asiatis, Wallacea, dan Australis.

Fakta Unik Pulau Lombok yang Jarang Diketahui

Lombok memiliki sejumlah fakta menarik yang membuatnya layak dipelajari lebih jauh, bukan hanya dikunjungi sebagai destinasi wisata.

1. Lombok membantu menjelaskan salah satu batas fauna paling terkenal di dunia. Selat Lombok merupakan bagian penting dari Garis Wallace, yang digunakan untuk memahami perbedaan persebaran hewan antara kawasan Asia dan Australasia.

2. Jarak dekat tidak selalu berarti fauna yang sama. Bali dan Lombok hanya dipisahkan oleh sebuah selat, tetapi sejarah geologi dan penghalang laut membuat komposisi fauna aslinya berbeda.

3. Ampenan mempunyai cerita ilmiah yang berhubungan dengan dunia internasional. Kawasan pelabuhan bersejarah ini menjadi basis perjalanan Wallace ketika ia melakukan penelitian di Lombok pada 1856.

4. Catatan Wallace berasal dari masa ketika penelitian lapangan dilakukan dengan peralatan terbatas. Ia mengumpulkan dan menyiapkan spesimen secara manual, serta membuat catatan tentang lingkungan yang ditemuinya.

5. Lombok memiliki lingkungan yang sangat beragam dalam satu pulau. Gunung, hutan, dataran pertanian, dan pesisir menawarkan kondisi habitat yang berbeda bagi tumbuhan serta satwa.

6. Lombok mempunyai kekayaan budaya yang berkembang bersama kondisi alamnya. Tradisi masyarakat Sasak, kegiatan pertanian, kerajinan, dan pola permukiman memperlihatkan hubungan panjang antara manusia dan lingkungan.

7. Penelitian sejarah dapat membantu memahami perubahan alam. Catatan lama Wallace dapat menjadi bahan pembanding untuk penelitian modern, selama hasilnya diperiksa menggunakan data dan metode ilmiah yang sesuai.

Fakta-fakta tersebut memperlihatkan bahwa Lombok mempunyai nilai yang lebih luas daripada sekadar pemandangan alam. Pulau ini juga menjadi bagian dari sejarah penelitian ilmiah dan perkembangan pemahaman manusia tentang kehidupan.

Gunung Rinjani dan Pengaruhnya terhadap Lingkungan Lombok

Gunung Rinjani merupakan salah satu unsur alam paling menonjol di Lombok. Dengan ketinggian sekitar 3.726 meter di atas permukaan laut, gunung ini menjadi bagian penting dari lanskap, ekosistem, dan kehidupan masyarakat.

Perbedaan ketinggian menciptakan variasi suhu, kelembapan, dan kondisi tanah. Akibatnya, jenis vegetasi yang tumbuh di kawasan pegunungan dapat berbeda dari vegetasi di dataran rendah dan pesisir.

Gunung Rinjani juga memiliki Danau Segara Anak yang berada di kawasan kaldera. Selain nilai geologis dan ekologis, kawasan ini memiliki makna budaya bagi sebagian masyarakat setempat. Kondisi pegunungan berpengaruh terhadap aliran air, pertanian, dan habitat satwa. Oleh karena itu, pengelolaan kawasan hutan dan perlindungan sumber air penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan di Lombok.

Foto satelit Pulau Lombok dari luar angkasa yang menyoroti batas Selat Lombok (Garis Wallace) serta kemegahan Gunung Rinjani dan Danau Segara Anak.
Foto satelit Pulau Lombok dari luar angkasa dengan Gunung Rinjani dan Danau Segara Anak yang terlihat jelas di bagian timurnya.

Masyarakat Sasak dan Identitas Budaya Lombok

Suku Sasak merupakan kelompok etnis mayoritas di Pulau Lombok. Bahasa Sasak digunakan secara luas dalam kehidupan sehari-hari, sementara bahasa Indonesia digunakan dalam pendidikan, pemerintahan, dan komunikasi nasional.

Kebudayaan Sasak terlihat melalui tradisi, seni pertunjukan, tenun, arsitektur rumah, serta berbagai kegiatan sosial yang diwariskan dari generasi ke generasi. Desa-desa tradisional seperti Sade dan Ende menjadi tempat untuk mengenal sebagian tradisi dan kehidupan masyarakat Sasak.

Kehidupan masyarakat Lombok juga dipengaruhi oleh kegiatan pertanian, perdagangan, dan hubungan antarpulau. Interaksi dengan berbagai kelompok masyarakat membentuk keberagaman budaya yang dapat dijumpai hingga sekarang.

Untuk memahami sejarah Lombok secara menyeluruh, kebudayaan lokal perlu dibahas bersama kondisi alam dan sejarahnya. Masyarakat bukan hanya penghuni pulau, tetapi juga bagian dari proses panjang yang membentuk lanskap dan kehidupan sosial Lombok.

Destinasi Alam Lombok dan Keunikan Setiap Wilayah

Lombok memiliki berbagai destinasi alam dengan karakter yang berbeda. Gunung Rinjani menawarkan lanskap pegunungan, sedangkan kawasan Mandalika dikenal dengan pantai dan perbukitan pesisir.

Pantai Senggigi menjadi salah satu kawasan wisata yang dikenal di bagian barat Lombok. Di bagian utara, Air Terjun Sendang Gile dan Tiu Kelep memperlihatkan lingkungan yang lebih lembap di sekitar kawasan Rinjani.

Sementara itu, Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air dikenal karena kegiatan wisata laut dan ekosistem perairannya. Terumbu karang dan kehidupan laut di kawasan tersebut mempunyai nilai ekologis yang perlu dijaga melalui kegiatan wisata yang bertanggung jawab.

Destinasi-destinasi tersebut memperlihatkan keragaman bentang alam Lombok. Namun, tidak semua tempat wisata memiliki hubungan langsung dengan penelitian Wallace. Pembedaan ini penting agar informasi sejarah dan wisata tetap akurat.

Mengapa Sejarah Wallace Masih Relevan untuk Lombok Saat Ini?

Penelitian Wallace tetap relevan karena membantu menjelaskan hubungan antara lokasi geografis, sejarah bumi, dan persebaran kehidupan. Pengamatan terhadap perbedaan fauna Bali dan Lombok menjadi contoh bagaimana penelitian lapangan dapat menghasilkan pemahaman ilmiah yang bertahan lama.

Saat ini, ilmu biogeografi berkembang melalui analisis DNA, penelitian fosil, pemetaan habitat, dan pengamatan ekologi. Berbagai metode tersebut memungkinkan para peneliti menguji kembali gagasan lama serta mempelajari bagaimana spesies berkembang dan menyebar.

Catatan Wallace juga memiliki nilai sejarah untuk konservasi. Pengamatan dari masa lalu dapat membantu menyusun pertanyaan tentang perubahan habitat dan persebaran spesies, meskipun kesimpulan mengenai perubahan tersebut harus didukung data modern.

Bagi Lombok, sejarah Wallace membuka kesempatan untuk mengembangkan pendidikan, penelitian, dan wisata sejarah ilmiah. Ampenan dan Labuan Tring dapat dipelajari sebagai bagian dari perjalanan seorang naturalis yang membantu memperjelas pemahaman dunia mengenai keanekaragaman hayati. Dengan menghubungkan sejarah, lingkungan, dan kehidupan masyarakat, Lombok dapat dipahami sebagai wilayah yang mempunyai nilai ilmiah sekaligus budaya.

Pertanyaan Umum tentang Pulau Lombok

Pulau Lombok berada di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Pulau ini terletak di antara Bali dan Sumbawa.

Berdasarkan penjumlahan estimasi BPS tahun 2025 untuk empat kabupaten dan satu kota di Lombok, jumlah penduduknya sekitar 4,06 juta jiwa. Angka ini perlu dibaca sesuai tahun dan cakupan wilayah statistik yang digunakan.

Wallace mengunjungi Lombok pada 1856 dan mengamati burung serta lingkungan di sekitar Ampenan dan Labuan Tring. Pengamatannya terhadap perbedaan fauna Lombok dan Bali menjadi bagian penting dalam perkembangan konsep Garis Wallace.

  • Mengapa Garis Wallace melewati Selat Lombok?

Selat Lombok merupakan salah satu batas penting persebaran fauna di Nusantara. Perairan dalamnya menjadi penghalang bagi banyak hewan darat dan membantu mempertahankan perbedaan sejarah biologis antara pulau-pulau di kedua sisinya.

  • ·      Apa saja fakta unik tentang Lombok?

Lombok memiliki Gunung Rinjani, budaya Sasak, lingkungan pesisir yang beragam, serta hubungan penting dengan sejarah biogeografi melalui penelitian Alfred Russel Wallace.

  • ·      Apa yang membedakan Lombok dari Bali?

Selain perbedaan budaya dan sejarah, Lombok dan Bali memiliki perbedaan dalam komposisi fauna asli. Perbedaan tersebut berkaitan dengan sejarah geologi, keterpisahan antarpulau, dan kemampuan organisme menyebar.

Kesimpulan: Lombok Lebih dari Sekadar Destinasi Wisata

Pulau Lombok memiliki kekayaan alam, budaya, sejarah, dan ilmu pengetahuan yang saling berkaitan. Gunung Rinjani, kawasan pesisir, kehidupan masyarakat Sasak, serta perkembangan kota dan pelabuhan membentuk identitas pulau ini. Hubungan Lombok dengan Alfred Russel Wallace memberikan dimensi lain yang membuatnya istimewa. Pengamatan Wallace di Ampenan dan Labuan Tring membantu memperjelas perbedaan persebaran fauna antara Bali dan Lombok, yang kemudian dikenal luas melalui Garis Wallace. Dengan memahami geografi, jumlah penduduk, sejarah, dan keanekaragaman hayatinya, Lombok dapat dilihat bukan hanya sebagai tempat untuk berlibur, tetapi juga sebagai wilayah yang penting bagi penelitian dan pendidikan. Pengetahuan mengenai sejarah alamnya dapat membantu masyarakat serta pengunjung lebih menghargai kekayaan lingkungan yang perlu dijaga untuk masa depan.

Pertanyaan Umum

1. Di mana letak geografis Pulau Lombok dan berapa luas wilayahnya?

Pulau Lombok terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia, tepat di antara Pulau Bali di sebelah barat dan Pulau Sumbawa di sebelah timur. Pulau Lombok memiliki luas wilayah sekitar 4.739 km².

2. Berapa jumlah penduduk Pulau Lombok saat ini?

Berdasarkan data estimasi BPS NTB tahun 2025, jumlah penduduk di 5 wilayah administratif Pulau Lombok diperkirakan mencapai sekitar 4,06 juta jiwa, dengan Kabupaten Lombok Timur sebagai wilayah berpenduduk terbanyak.

3. Apa hubungan Pulau Lombok dengan Alfred Russel Wallace?

Pada tahun 1856, naturalis Inggris Alfred Russel Wallace meneliti keanekaragaman hayati di Lombok (termasuk di Ampenan dan Labuan Tring). Pengamatannya mengenai perbedaan jenis fauna antara Bali dan Lombok menjadi landasan penting lahirnya konsep biogeografi Garis Wallace.

4. Mengapa jenis hewan (fauna) di Lombok berbeda dari Bali meski letaknya berdekatan?

Meskipun jaraknya dekat, Selat Lombok memiliki perairan yang sangat dalam yang menjadi penghalang alami perpindahan hewan darat sejak zaman purba. Hal ini membuat Lombok memiliki fauna bercorak Australasia, sementara Bali lebih bercorak Asia.

5. Apa suku asli dan budaya mayoritas di Lombok?

Suku mayoritas di Lombok adalah Suku Sasak. Kebudayaan Sasak tecermin melalui bahasa, tradisi, seni tenun, arsitektur rumah adat (seperti di Desa Sade/Ende), dan kearifan lokal yang hidup berdampingan dengan alam.

V
Ditulis oleh Vina Wulandari

Tim Wallace Lombok merangkum pengalaman, tips, dan panduan wisata terbaik di Indonesia untuk membantu Anda merencanakan petualangan yang tak terlupakan.

← Semua Artikel

Terinspirasi dari artikel ini?

Wujudkan perjalanan impian Anda dengan paket tour terbaik kami.

Promo